WHAT IS COMPUTER ?
Definisi Komputer berasal
dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Karena
luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit
berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer.
- Menurut Hamacher, komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
- Menurut Blissmer, komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
- menerima input
- memproses input tadi sesuai dengan programnya
- menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
- menyediakan output dalam bentuk informasi
- Sedangan Fuori berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
Untuk mewujudkan
konsepsi komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi,
maka diperlukan sistem komputer (computer system) yang elemennya terdiri dari
hardware, software dan brainware. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus
saling berhubungan dan membentuk kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi
apabila tanpa software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat
apabila tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya.
- Hardware atau Perangkat Keras: peralatan yang secara fisik terlihat dan bisa di jamah.
- Software atau Perangkat Lunak: program yang berisi instruksi/perintah untuk melakukan pengolahan data.
- Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem komputer.
Penggolongan
Komputer Literatur terbaru tentang komputer melakukan penggolongan
komputer berdasarkan tigal hal: data yang diolah, penggunaan,
kapasitas/ukurannya, dan generasinya. Berdasarkan Data Yang Diolah
- Komputer Analog
- Komputer Digital
- Komputer Hybrid
Berdasarkan
Penggunannya
- Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
- Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)
Berdasarkan
Kapasitas dan Ukurannya
- Komputer Mikro (Micro Computer)
- Komputer Mini (Mini Computer)
- Komputer Kecil (Small Computer)
- Komputer Menengah (Medium Computer)
- Komputer Besar (Large Computer)
- Komputer Super (Super Computer)
Berdasarkan
Generasinya
- Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
- Komputer Generasi Kedua (1959-1964)
- Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)
- Komputer Generasi Keempat (1979-sekarang)
- Komputer Generasi Kelima
Bagian-bagian
komputer
Komputer
terdiri atas 2 bagian besar yaitu perangkat lunak (software) dan
perangkat keras
(hardware).
Perangkat
keras
Prosesor atau CPU sebagai unit yang mengolah data
Memori RAM, tempat menyimpan data sementara
Hard drive, media penyimpanan semi permanen
Perangkat masukan, media yang digunakan untuk memasukkan data
untuk diproses oleh
CPU,
seperti mouse, keyboard, dan tablet
Perangkat keluaran, media yang digunakan untuk menampilkan hasil
keluaran pemrosesan
CPU,
seperti monitor dan printer
Perangkat
lunak
Sistem operasi
Program
dasar pada komputer yang menghubungkan pengguna dengan hardware komputer.
Sistem
operasi yang biasa digunakan adalah Linux, Windows, dan Mac OS. Tugas sistem
operasi
termasuk (namun tidak hanya) mengatur eksekusi program di atasnya, koordinasi input,
output,
pemrosesan, memori, serta instalasi software.
Program komputer
Merupakan
aplikasi tambahan yang dipasang sesuai dengan sistem operasinya
Slot
pada komputer
ISA/PCI, slot untuk masukan kartu tambahan non-grafis
AGP/PCIe, slot untuk masukan kartu tambahan grafis
IDE/SCSI/SATA, slot untuk hard drive/ODD
USB, slot untuk masukan media plug-and-play (colok dan
mainkan, artinya perangkat yang
dapat
dihubungkan ke komputer dan langsung dapat digunakan).
SEJARAH MICROSOFT ?
Sejarah Microsoft Office dan perkembangannya dari tahun ke tahun memang perlu kita ketahui, agar supaya kita juga tidak ketinggalan versi-versi terbarunya. Karena tidak bisa dipungkiri lagi, dizaman sekarang keseharian hidup kita dalam hal pekerjaan “misalnya” tidak lepas dari Aplikasi perkantoran ini, seperti halnya untuk membuat surat, menginput data karyawan, membuat karya ilmiah dan lain sebagainya, semua itu kita bisa memanfaatkan Microsoft office. Jadi, alangkah baiknya kita mengenal lebih jauh tentang sejarah microsoft office dan perkembangannya hingga sampai saat ini. Dalam perjalanannya, Sejarah Microsoft Office banyak mengalami perubahan dan penambahan fasilitas. Dan untuk mengenal lebih jauh serta mengikuti perkembangannya, berikut kutipkan dari berbagai sumber sejarah dan perkembangan Microsoft Office. 1998,2003,2007 dan 2010.
v Microsoft Office 97. (Office 8.0),
Versi ini dirilis dengan banyak fitur dan pengembangan dibandingkan versi sebelumnya. Pengenalan terhadap command bar, sesuatu hal yang baru dimana menu dan toolbar dibuat lebih mirip dengan visual design-nya. Office 97 juga memiliki fitur Natural Language System dan Sophisticated Grammar Checking. Ini versi yang pertama kalinya menggunakan Office Assistant.
v Microsoft Office 2003. (Office 11.0).
Sesuai namanya, versi ini dirilis pada tahun 2003. Dengan fitur logo baru. Dua aplikasi baru juga ada yaitu, Microsoft InfoPath dan OneNote. Ini versi yang pertama kalinya menggunakan gaya Windows XP beserta Icon-nya. Outlook 2003 memberikan fungsi yang telah berkembang seperti Kerberos authentication, RPC over HTTP, dan Cached Exchange Mode. Pada versi ini juga ada penyaring junk mail yang telah dikembangkan. Office 2003 merupakan versi terakhir yang mendukung Windows 2000. Versi ini juga merupakan versi yang paling banyak dipakai di Indonesia terutama untuk Rental dan Warnet dalam kurun waktu terakhir 2009.
Microsoft Office 2003 adalah seri lanjutan dari aplikasi Microsoft Windows XP yang telah diperbaiki dan ditambahkan beberapa fitur baru diantaranya, dalam aplikasi Microsoft Office 2003 juga terdapat beberapa fitur seperti Microsoft Word, Microsoft Excel 2003, Microsoft Power Point 2003, Microsof Acces dan lain-lainnya. Aplikasi baru tersebut salah satunya adalah One Note. Aplikasi ini berfungsi mengendalikan sebuah fungsi teks, sebuah file audio dan gambar menjadi satu tempat.
Selain itu juga tersedia Microsoft Outlook yang berfungsi mengontrol dan memudahkan kita pada beberapa fitur seperti pengiriman e-mail, informasi tentang kalender, dan lebih mudah untuk menemukan beberapa folder yang memiliki format microsoft.
Fitur Microsoft office Acces 2003, juga mampu mem-backup data, melakukan pengecekan untuk beberapa file yang rusak. Sementara itu fitur Microsoft Front Page 2003 merupakan sebuah solusi yang ditawarkan untuk membuka file dengan format web. Fitur ini didukung juga oleh beberapa aplikasi tambahan seperti Adobe Flash. Toolbar pada Microsoft Office 2003 juga sudah diperbaiki dan terasa lebih nyaman.
• Beberapa toolbar penting dalam penggunaan Microsoft Word 2003 di antaranya sebagai berikut.
1. File. Jika kita menggerakkan kursor ke pojok kiri atas, maka kita melihat tulisan “file”. Fungsinya adalah membuka dokumen baru, membuka dokumen yang sudah kita kerjakan dan telah disimpan, melakukan pengelolaan terhadap jumlah halaman yang kita inginkan, mengatur ukuran kertas, dan mencetak (print) sebuah file yang telah dikerjakan.
2. Edit. Bergeser ke sebelah kanan kita akan temukan tulisan “edit”. Di bagian ini terdapat banyak fitur, di antaranya kita bisa menyalin sebuah pekerjaan dalam file microsoft, menghilangkan sebuah file yang tidak kita inginkan dengan cara mengklik tulisan “cut”.
3. View. Sebuah fitur yang memudahkan kita melihat sebuah dokumen secara lebih terperinci, karena ada menu memperbesar dokumen, melihat tampilan sebelum melakukan print, mengubah tampilan untuk membaca sebuah dokumen, dan sebagainya.
4. Insert. Berfungsi untuk menambahkan sebuah objek dalam di dokumen. Misalnya jika kita ingin menamilkan sebuah grafis, nomor halaman, catatan kaki, dan lain-lainnya.
5. Tools. Fitur ini berfungsi untuk melakukan pengecekan ulang terhadap tata bahasa (terutama untuk bahasa Inggris), pencarian dokumen tertentu, dan kita juga bisa melakukan semua kontrol Microsoft Office 2003 lewat menu ini.
6. Format. Hal ini berfungsi melakukan pengontrolan font, paragraf, simbol, nomor dan juga bisa membagi halaman microsoft word menjadi beberapa bagian, sesuai dengan yang kita inginkan.
7. Table. Menu ini berfungsi untuk membuat tabel sesuai dengan yang kita inginkan. Mulai dari membaut kolom, jumlah kolom, tombol otomatis untuk merapikan kolom, dan hal lainnya.
Selain itu, bagian dalam Microsoft Office 2003 lainnya adalah Microsoft Excel dan Microsoft Power Point dimana Microsoft Excel berfungsi memudahkan pekerjaan kita karena berbentuk lembar kerja (worksheet). Jika ingin melakukan penghitungan otomatis, kita bisa melakukannya dalam Microsoft Excel ini. Sementara Microsoft Power Point adalah sebuah program yang digunakan untuk memudahkan kita saat melakukan presentasi dalam kegiatan bisnis. Dengan tema dan background yang bisa diganti sesuai dengan keinginan, maka aktivitas presentasi menjadi lebih menyenangkan.
Sampai saat ini Microsoft Office 2003 tidak hanya bekerja pada sistem operasi Windows saja, tapi juga sudah bekerja pada sistem operasi buatan Apple, yaitu Ios. Meskipun sistem operasi sebuah perangkat pc atau laptop terus berkembang dan diperbaharui, tapi Microsoft Office 2003, tetap diminati, karena ukurannya yang tidak terlalu besar dan tampilannya yang nyaman.
v Microsoft Office 2007. (Office 12.0).
Versi ini dirilis tahun 2007. Memiliki fitur baru. Juga adanya Groove, sebuah aplikasi kolaborasi. Office 2007 memiliki design tampilan baru yang bernama Fluen User Interface. Lalu adanya Ribbon UI sebagai pengganti menu dan toolbar. Untuk penginstallannya membutuhkan minimal Windows XP SP 2. Pada tahun 2009 Office ini sudah banyak dipakai sekarang dan mulai menggeser kedudukan Office 2003. Indonesia memang agak lambat untuk menyesuaikan diri dengan adanya peningkatan teknologi.
Office 2002 maupun di Office 2003 masih bisa digunakan. Namun kali ini Microsoft merobak total dan kalau kita ingat hampir sama ketika Microsoft merobak total Windows 3.1 dan Windows 3.11 ke Windows 95 dan Windows NT.
Menurut Junita Leeman, Marketing Manager Microsoft Office Indonesia “Microsoft Office 2007 hadir dengan fasiltas yang disebut dengan Ribbon. Ribbon ini dimaksudkan untuk memudahkan pengguna menggunakan semua features yang ada di Office 2007 dengan one klik hingga waktu pengerjaan bisa dihemat dengan sangat berarti, demikian Junita menjelasakan salah satu kelebihan Microsoft Office 2007 yang diluncurkan tanggal 7 Desember 2006.
Perubahan yang cukup signifikan dari Office 2007 ini antara lain User Interface. Coba perhatikan perubahan ini terlihat pada Word, Excel, dan PowerPoint. Pada aplikasi ini nyaris tidak terlihat menu-menu seperti versi sebelumnya. Di sini semua menu diganti dengan penampilan ikon yang inopatif dan informatif.
Dengan sedikit menu dan nyaris tidak terlihat sub menu ini akan memudahkan bagi pemakai. Beberapa Interface yang ada di Office 2007 yang dirombak secara total antara lain tombol-tombol menu, sehingga menu yang terdapat pada Office 2007 lebih transparan dan teratur sehingga mudah penggunaannya.
Menu dropdown yang ada pada versi sebelumnya kini hampir tidak ada, pada menu home misalnya, terdapat pilihan Clipboard, Font, Paragraph, Styles, dan Editing. Sedangkan untuk pilihan-pilihan yang tersedia berbentuk horizontal dan menggabungkan teks dan icon sehingga sangat mudah dan tidak perlu masuk dari menu ke sub menu.
Pada versi lama Menu File merupakan menu awal yang sangat berguna untuk melakukan setting awal, seperti untuk menentukan ukuran kertas, menyimpan file, mencetak file dan sebagainya. Pada Office 2007 menu tersebut berubah total. Menu File pada sebelumnya kini hadir dengan sebuah ikon lingkaran dengan logo Office yang terletak di pojok kiri atas. Ketika pemakai mengkliki ikon tersebut akan tampak pilihan-pilihan New, Open, Convert, Save, Save As, dan lain-lain. Perubahan menu ini berlaku untuk semua keluarga Microsoft Office 2007. Jadi kalau Anda sudah membuka Microsoft Word 2007, maka ketika masuk ke aplikasi lainnya menu yang ditampilkan relatif hampir sama. Dengan demikian pemakai tidak akan kerepotan karena semua pilihan sudah bisa digunakan tanpa harus tersesat.
Berikut ini beberapa hal penting yang membedakan Office 2007 dari Office versi-versi sebelumnya.
APA
ITU SPREADSEET ?
Spreadsheet
adalah informasi / data berbentuk kotak dengan baris dan kolom yang berisi
penghitungan-penghitungan yang digunakan untuk melakukan analisa komparatif.
Kegunaan
Spreadsheet
Kegunaan
spreadrsheet ialah membantu kita untuk mengerjakan sebuah pekerjaan yang
berhubungan dengan analisa statistik, perhitungan akuntansi, dan pembuatan
time-schedule. Selain itu, dapat membantu kita untuk membaca file yang
berformatkan Microsoft Office. Kegunaan spreadsheet ini dapat kita temui pada
aplikasi Open Office Spreadsheet
BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL ?
û
Menu Bar, berisi sederetan menu yang dapat digunakan, dimana setiap menu
mempunyai sub menu masing-masing sesuai dengan fungsi dari menu induknya.
Misalnya Edit, akan mempunyai sub menu yang berhubungan dengan edit data,
begitu juga dengan menu yang lainnya. Standarnya menu bar terdiri dari :
Menu ini dapat dipilih dengan Mouse
atau menggunakan tombol kombinasi ALT+huruf menu yang bergaris bawah secara
bersamaan. Misalkan kita akan memilih menu edit, maka tekanlah tombol ALT
jangan dilepas lalu tekan huruf E. û Toolbars Standard, adalah sederetan icon-icon yang akan
sering digunakan. Toolbar digunakan agar kita dapat memilih dan menjalankan perintah
dengan cepat dan mudah. Defaultnya toolbar ini terdiri dari:
Masing-masing toolbar mempunyai nama
dan fungsi masing-masing, untuk mengetahui namanya cukup dengan mengarahkan
pointer mouse ke icon yang dituju, tunggu sesaat, maka akan muncul nama dari
icon tersebut.
û
Toolbar Formatting, adalah toolbar yang sering kita gunakan yang berfungsi
dalam hal memformat lembar kerja, apakah itu rata kiri, kanan atau rata tengah,
kita juga bisa cetak tebal, miring atau bergaris bawah, semua ini adalah bagian
dari proses memformat lembar kerja. Standarnya, toolbar ini terdiri dari:
Kita tinggal meng-klik icon tersebut
untuk menggunakannya.
û
Row Heading (Kepala garis), adalah penunjuk lokasi baris pada lembar kerja yang
aktif. Row Heading juga berfungsi sebagai salah satu bagian dari penunjuk sel
(akan dibahas setelah ini). Jumlah baris yang disediakan oleh Excel 2000 adalah
65.536 baris.
û
Column Heading (Kepala kolom), adalah penunjuk lokasi kolom pada lembar kerja
yang aktif. Sama halnya dengan Row Heading, Column Heading juga berfungsi
sebagai salah satu bagian dari penunjuk sel (akan dibahas setelah ini). Kolom
di simbol dengan abjad A – Z dan gabungannya. Setelah kolom Z, kita akan
menjumpai kolom AA, AB s/d AZ lalu kolom BA, BB s/d BZ begitu seterus sampai
kolom terakhir yaitu IV (berjumlah 256 kolom). Sungguh suatu lembar kerja yang
sangat besar, bukan. (65.536 baris dengan 256 kolom)
û
Cell Pointer (penunjuk sel), adalah penunjuk sel yang aktif. Sel adalah
perpotongan antara kolom dengan baris. Sel diberi nama menurut posisi kolom dan
baris. Contoh. Sel A1 berarti perpotongan antara kolom A dengan baris 1. û Formula Bar, adalah tempat kita untuk mengetikkan
rumus-rumus yang akan kita gunakan nantinya. Dalam Excel pengetikkan rumus
harus diawali dengan tanda ‘=’ . Misalnya kita ingin menjumlahkan nilai yang
terdapat pada sel A1 dengan B1, maka pada formula bar dapat diketikkan =A1+B1 û Scroll Bar, berfungsi untuk menggeser lembar kerja secara
vertikal (Vertical Scroll Bar) dan horizontal (Horizontal Scroll Bar).
4. Mengakhiri Excel 2000 Jika telah
selesai bekerja dengan Excel 2000, kita dapat menutup atau mengakhirinya dengan
menggunakan langkah-langkah berikut ; v Pilih dan Klik File, Exit, atau v Klik tombol Close (X) yang terletak pada pojok kanan atas jendela
Excel 2000, atau v
Klik ganda Icon kontrol menu yang berada pada pojok kiri atas jendela excel
2000, atau v Tekan tombol Alt+F4 Tunggu beberapa
saat, sampai jendela Excel 2000 ditutup. 5. Bekerja Dengan Excel 2000 Dalam
Excel 2000 kita akan sering berhubungan dengan kata Sel dan Range. Untuk itu
kita jelaskan lagi bahwa SEL adalah perpotongan antara kolom dengan baris.
Sedangkan RANGE adalah gabungan dari beberapa sel. Misalnya kumpulan sel A1
sampai dengan C10 disebut sebagai range A1:C10, kita juga bisa menyebutnya
dengan range C10:A1. Lihat gambar
5.1 Mengenal Tipe Data Pada Excel 2000 Sebelum melangkah lebih jauh dengan Excel 2000, ada baiknya terlebih dahulu kita mengenal tipe-tipe data yang terdapat pada excel itu sendiri. 1. Tipe Data Alpha Numerik/Teks Adalah tipe data berupa teks seperti huruf (A – Z, a – z), simbol (*, ^, $, %, #, @, dll) dan angka (0 – 9) yang tidak akan diproses secara matematika. Data dengan tipe ini, dalam excel 2000 akan dibuat rata kiri dan selalu didahului oleh label prefiks berupa tanda kutip satu (‘) yang diberikannya secara otomatis. Jika data yang dimasukkan adalah data angka tetapi kita ingin menganggapnya sebagai alpha numerik/teks, maka kita harus mengetik label prefiks sebelum data tersebut, seperti : ‘2001 2. Tipe Data Numerik/Angka Adalah data yang terdiri dari angka (0 – 9), waktu dan tanggal yang dapat diproses secara matematika. Penulisan data dengan tipe ini tidak boleh didahului oleh label prefiks. Data numerik ini akan ditampilkan rata kanan oleh Excel 2000. 3. Tipe Data Formula Adalah tipe data yang terdiri dari rumus-rumus, seperti perkalian, pembagian, penjumlahan serta fungsi matematika lainnya. Tipe data ini ini merupakan tipe data yang terpenting dalam Excel 2000, karena akan selalu digunakan dalam pengolahan data.
5.2 Menggerakkan Penunjuk Sel (Cell
Pointer) Cell Pointer berfungsi untuk penunjuk sel aktif. Yang dimaksud dengan
sel aktif ialah sel yang akan dilakukan suatu operasi tertentu. Untuk
menggerakan ponter dengan Mouse dapat dilakukan dengan meng-klik sel yang
diinginkan. Untuk sel yang tidak kelihatan kita dapat menggunakan Scroll Bar
untuk menggeser layar hingga sel yang dicari kelihatan lalu klik sel tersebut.
Untuk kondisi tertentu kita lebih baik menggunakan keyboard. Berikut daftar tombol
yang digunakan untuk menggerakan pointer dengan keyboard:
Tombol Fungsi ← ↑ → ↓ Pindah satu
sel ke kiri, atas, kanan atau bawah Tab Pindah satu sel ke kanan Enter Pindah
satu sel ke bawah Shift + Tab Pindah satu sel ke kiri Shift + Enter Pindah satu
sel ke atas Home Pindah ke kolom A pada baris yang sedang dipilih Ctrl + Home
Pindah ke sel A1 pada lembar kerja yang aktif Ctrl + End Pindah ke posisi sel
terakhir yang sedang digunakan PgUp Pindah satu layar ke atas PgDn Pindah satu
layar ke bawah Alt + PgUp Pindah satu layar ke kiri Alt + PgDn Pindah satu
layar ke kanan Ctrl + PgUp Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar
berikutnya Ctrl + PgDn Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar
sebelumnya
5.3 Memilih Area Kerja 1. Memilih Sel Memilih sel cukup dengan meng-klik pada sel yang dituju. (lihat pembahasan sebelumnya) 2. Memilih Range Untuk memilih/mengaktifkan suatu range dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu a. Menggunakan Mouse Klik dan tahan mouse di awal range (Ingat : jangan meng-klik dibagian kanan bawah, karena bagian ini mempunyai fungsi lain) Geser mouse sampai ke akhir range Lepaskan tombol mouse b. Menggunakan Keyboard Letakkan penunjuk sel di awal range Tekan tombol SHIFT dan sorot range dengan menggunakan tanda panah. 3. Memilih Baris dan Kolom Isi suatu kolom dan baris dapat kita sorot/pilih secara keseluruhan dengan meng-klik di huruf kolom atau nomor baris yang diinginkan. Misalkan kita ingin menyorot seluruh isi kolom A, maka cukup dengan meng-klik huruf A yang teletak dibagian atas. Begitu juga halnya dengan baris. Jika ingin memilih lebih dari satu kolom atau baris yang berdekatan dapat dilakukan dengan cara meng-klik awal kolom/baris (jangan dilepas), geser mouse ke akhir kolom/baris yang dipilih, baru dilepas.
5.4 Memasukkan Data Dalam Excel 2000
ada beberapa jenis data yang harus kita ketahui, diantaranya adalah data berupa
teks, nilai/angka, tanggal dan jam yang masing-masingnya mempunyai format
tersendiri. Secara umum cara memasukan data ke dalam suatu sel dapat dilakukan
sebagai berikut ; 1. Pilih dan klik sel tempat data yang akan dimasukan.
2. Ketikkan data yang akan dimasukkan. 3. Tekan enter untuk mengakhirinya.
Kita juga dapat menggunakan tombol -_><., atau tombol PgDn dan PgUp untuk mengakhiri pemasukan data.
Untuk mengedit data yang telah dimasukan dapat digunakan tombol fungsi F2
dengan cara mengarahkan penunjuk sel ke sel yang dituju lalu tekan tombol F2,
lakukan perbaikan. Gunakan tombol ESC untuk membatalkan pemasukkan data.
5.5 Menghapus Data Untuk menghapus
data disuatu sel atau range tertentu, dapat dilakukan dengan cara ; 1.
Pilih sel atau range yang datanya akan dihapus 2. Pilih dan Klik menu Edit,
Clear, Contents Del atau langsung meng-klik tombol Delete. Dengan langkah
diatas, format dan komentar sel tidak akan dihapusnya. Yang dimaksud dengan
format sel/range adalah selain dari isi sel itu sendiri, misalnya garis tabel,
shadow, dll. Sedangkan komentar adalah teks yang dimasukkan pada suatu sel,
jika pointer sel diarahkan ke sel tersebut, maka akan muncul komentar. Untuk
menghapus format sel ini dapat dilakukan dengan memilih Edit, Clear, Formats
dan Edit, Clear, Comments untuk menghapus komentar. Dan pilih Edit, Clear, All
untuk menghapus semuanya (isi, format dan komentar yang terdapat pada suatu
sel/range).
5.6 Mengatur Lebar Kolom Lebar kolom
pada Excel 2000 dapat kita ubah sesuai dengan keinginan kita. Ada beberapa
metoda yang disediakan oleh Excel 2000, yaitu: 1. Mengubah Lebar Kolom Menjadi
Lebar Tertentu Untuk mengubah lebar kolom menjadi lebar tertentu, dapat
dilakukan dengan cara ; a. Letakkan Penunjuk sel pada kolom yang akan
dirubah, jika kolomnya yang dirubah lebih dari satu kolom, maka sorotlah
seluruh kolom yang akan diubah. b. Pilih dan klik menu Format, Column, Width,
maka kotak dialog pengubahan kolom akan ditampilkan, seperti berikut:
c. Pada kotak isian Column Width, ketikkan nilai lebar kolom yang diinginkan. d. Klik OK untuk menutup kotak dialog ini.
2. Mengubah Lebar Kolom Menggunakan
Mouse Mengubah lebar kolom dengan Mouse dapat dilakukan lebih cepat dibanding
dengan cara diatas. Caranya seperti berikut ini ; a. Arahkan penunjuk
mouse pada batas kanan dari kolom yang akan diubah, sehingga penunjuk mouse
berubah bentuk menjadi panah dua arah. Jika ingin mengubah beberapa kolom,
sorotlah terlebih dahulu kolom-kolom yang diubah, lalu arahkan penunjuk mouse
pada kolom bagian kanan. Ingat : Penunjuk mouse diletakkan disebelah kanan
huruf kolom. b. Klik dan geser penunjuk mouse tersebut kekiri atau kekanan
sesuai dengan lebar kolom yang diinginkan.
3. Mengubah Lebar Kolom Agar Sesuai
Dengan Panjang Data Kita juga dapat mengatur agar lebar kolom berubah otomatis
sesuai dengan panjang data pada kolom tersebut, hal ini dapat dilakukan dengan
cara ; a. Arahkan penunjuk mouse pada huruf sebelah kanan dari kolom yang
akan diubah. Misalkan Kolom B, letakkan penunjuk mouse disebelah kanan dari
huruf B tersebut, sehingga penunjuk mouse berubah menjadi tanda panah dua arah.
b. Klik dua kali pada kondisi penunjuk mouse seperti itu. Ingat : data
telah ada pada kolom tersebut sebelumnya. Dengan perintah ini otomatis lebar
kolom akan disesuaikan dengan data yang terpanjang.
5.7 Mengatur Tinggi Baris Untuk
mengubah tinggi baris sesuai dengan kebutuhan kita, dapat dilakukan dengan
cara: 1. Letakkan penunjuk sel pada baris yang akan diubah tingginya. Jika
lebih dari satu baris, maka sorotlah terlebih dahulu seluruh baris yang akan
diubah. 2. Pilih dan klik menu Format, Row, Height, sehingga muncul kotak
dialog seperti berikut:
3. Pada kotak Row Height, isilah
sesuai dengan nilai tinggi baris yang diinginkan. 4. Klik OK sebagai tanda
persetujuan. Untuk lebih cepatnya, kita juga bisa menggunakan mouse untuk
mengubah tinggi baris, caranya: 1. Arahkan penunjuk mouse pada bagian bawah
dari nomor baris yang akan diubah tingginya. Jika lebih dari satu baris, maka
sorotlah seluruh nomor baris yang akan diubah tingginya, lalu arahkan penunjuk
mouse kebagian paling bawah dari nomor yang akan diubah tersebut. 2. Klik dan
geserlah mouse ke atas atau kebawah sesuai dengan tinggi yang inginkan.
5.8 Membuka Lembar Kerja Baru
Membuka lembar kerja baru dapat dilakukan seperti berikut ; 1. Pilih dan
klik menu File, New atau tekan Ctrl+N, sehingga muncul kotak dialog membuka
lembar kerja. 2. Pada kotak dialog tersebut, klik Tab General dan pilih icon
workbook. 3. Klik OK untuk menutup kotak dialog ini.
Disamping cara diatas, kita juga
bisa membuka lembar kerja dengan meng-klik Icon New ang terdapat toolbars
standar. Cara ini lebih efektif dan cepat dibanding dengan cara diatas.
5.9 Membuka Lembar Kerja Yang Telah
Ada Membuka lembar kerja yang telah ada dapat dilakukan dengan cara ; 1.
Pilih dan klik menu File, Open atau tekan Ctrl+O sehingga muncul kota dialog
membuka file. Dapat juga dilakukan dengan meng-klik Icon Open Icon terdapat
pada toolbars standar. 2. Pada tombol daftar pilihan Look In, pilih dan klik
folder yang dinginkan. 3. Pada kotak isian File Name ketikan nama file yang
akan dibuka, atau klik nama file yang terdapat kotak Look In. 4. Klik Open
untuk membuka lembar kerja tersebut.
5.10 Menyimpan Lembar Kerja Untuk
menyimpan lembar kerja, dapat dilakukan dengan cara ; 1. Pilih dan klik
menu File, Save, sehingga muncuk kotak dialog penyimpan. 2. Pada kotak Save In
pilih dan klik forder tempat penyimpanan data. 3. Pada kotak isian file name
ketikkan nama file dari lembar kerja yang akan disimpan. 4. Klik Save untuk
menyimpan lembar kerja.
Setelah melakukan proses diatas,
untuk menyimpan selanjutnya dapat dilakukan dengan meng-klik Icon Save yang
terdapat pada toolbars standar.
5.11 Menyimpan Lembar Kerja dengan
Nama lain Menyimpan lembar dengan nama lain, biasanya bertujuan untuk membuat
duplikat dari lembar kerja, atau ingin membuat lembar kerja baru dengan format
yang sama dengan lembar kerja yang akan disimpan. Hal ini dapat dilakukan
dengan cara: 1. Pilih dan klik menu File, Save As, sehingga muncul kotak dialog
Save As. 2. Pada kotak Save In pilih dan klik forder tempat penyimpanan data.
3. Pada kotak isian file name ketikkan nama file dari lembar kerja yang akan
disimpan. 4. Klik Save untuk menyimpan lembar kerja.
6. Menggunakan Rumus (Formula) dan Fungsi Rumus merupakan bagian terpenting dari Program Excel ini, karena setiap tabel dan dokumen yang kita ketik akan selalu berhubungan dengan rumus dan fungsi. Operator matematika yang akan sering digunakan dalam rumus adalah ; Lambang Fungsi + Penjumlahan - Pengurangan
- Perkalian
/ Pembagian ^ Perpangkatan %
Persentase Proses perhitungan akan dilakukan sesuai dengan derajat urutan dari
operator ini, dimulai dari pangkat (^), kali (*), atau bagi (/), tambah (+)
atau kurang (-).
6.1 Menulis Rumus Untuk menulis
rumus, ada beberapa cara, diantaranya (lihat contoh berikut):
1. Menulis rumus dengan mengetikkan
angka langsung a. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan
ditampilkan (pada contoh diatas sel C6) b. Pada formula bar, ketikkan =
5000000+3500000, lalu tekan tombol enter. Menulis rumus dengan cara ini cukup
mudah kalau rumusnya sederhana dan pendek serta angkanya tetap. 2. Menulis
rumus dengan menggunakan alamat sel a. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat
hasil rumus ditampilkan (sel C6 misalnya) b. Pada formula bar, ketikkan =
C4+C5, lalu tekan tombol enter.
Menulis rumus dengan cara ini sangat
bermanfaat jika datanya sering berubah. 3. Menulis rumus dengan bantuan mouse
a. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil rumus akan ditampilkan (pada
contoh diatas sel C6) b. ketikkan = , kemudian pilih dan klik sel C4 c. Ketik
+, kemudian pilih dan klik sel C5 d. Tekan tombol enter
Menulis rumus dengan cara ini sangat
dianjurkan karena memperkecil kemungkinan salah ketik alamt sel.
6.2 Menggunakan Fungsi Fungsi
sebenarnya adalah rumus yang sudah disediakan oleh Excel 2000, yang akan
membantu dalam proses perhitungan. kita tinggal memanfaatkan sesuai dengan
kebutuhan. Pada umumnya penulisan fungsi harus dilengkapi dengan argumen, baik
berupa angka, label, rumus, alamat sel atau range. Argumen ini harus ditulis
dengan diapit tanda kurung (). Perhatikan kembali contoh diatas, tapi kita akan
menggunakan fungsi untuk mengolahnya. Cara menulis fungsi 1. Menulis fungsi
secara langsung (manual) a. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil fungsi
akan ditampilkan (pada contoh diatas sel C6) b. Ketikkan =SUM(C4:C5) c. Tekan
tombol enter untuk memprosesnya.
Note:C4:C5), SUM adalah fungsi untuk
penjumlahan dan (C4:C5) adalah argumen berupa alamat sel.
2. Menulis fungsi dengan
memanfaatkan Paste Function Paste Function adalah salah satu cara untuk menulis
fungsi yang disediakan oleh Excel 2000, dimana kita dipandu untuk menulis
fungsi beserta argumennya, sehingga kesalahan dalam pengetikkan fungsi dan
argumennya dapat terhindar. Untuk menggunakan fasilitas ini, ikuti
langkah-langkah berikut: a. Letakkan penunjuk sel pada sel tempat hasil fungsi
akan ditampilkan (pada contoh diatas, sel C6) b. Pilih dan Klik menu Insert,
Function atau klik icon paste function yang terdapat pada toolbar standar. Maka
akan tampil kotak dialog berikut:
c. Pada daftar pilihan Function category, pilih dan klik Math & Trig, maka dibagian Function name akan muncul daftar fungsi matematika dan trigonometri yang disediakan Excel 2000. d. Pilih dan Klik fungsi SUM karena kita akan menggunakan fungsi ini untuk menjumlahkan. Pada bagian bawah dari daftar pilihan tersebut ditampilkan sintak penulisan dari fungsi yang dipilih. Seperti diatas, aturan penulisan fungsi SUM adalah SUM(number1,number2,…). e. Klik OK sebagai tanda persetujuan, berikutnya akan tampil kotak pengisian argumen dari fungsi, seperti berikut:
f. Pada kotak isian Number1,
tentukan range data yang akan dijumlah, dalam hal ini kita isikan range C4:C5.
Kalau masih ada range yang lain, maka dapat diisikan pada daftar isian number2.
Saran : Dalam pengisian range ini sebaiknya menggunakan tombol pemilihan
range yang terdapat disebelah kanan kotak isian. g. Klik OK jika argumen yang
dimasukan telah benar. Maka hasilnya akan ditampilkan pada sel yang dipilih
tadi. (sel C6)
6.3 Mengenal Fungsi yang sering
digunakan Dari gambar kotak dialog Paste Function diatas dapat diambil
kesimpulan bahwa Excel 2000 membagi fungsi berdasarkan kelompok masing, seperti
kelompok financial, date & time, math & trig, statistical, database,
dan satu kelompok untuk fungsi yang sering digunakan (most recently used). Pada
bagian ini kita akan membahas sebagian dari fungsi yang sering digunakan
tersebut. Untuk membantu penjelasannya, perhatikan tabel berikut:
1. Fungsi Average(…) Fungsi ini
digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data(range). Bentuk
umum penulisannya adalah ; =AVERAGE(number1,number1,…), dimana number1,
number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya.
Untuk mengisi nilai rata-rata pada contoh diatas, maka rumusnya adalah
=AVERAGE(E8:G8) kemudian tekan tombol enter. Hal yang sama juga bisa dilakukan
untuk mengisi sel i8 INGAT posisi penunjuk sel harus berada pada sel i8 sebelum
perintah tersebut dilaksanakan. 2. Fungsi Logika IF(…) Fungsi ini digunakan
jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel
A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini
dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut:
Lambang Fungsi = Sama dengan <
Lebih kecil dari > Lebih besar dari <= Lebih kecil atau sama dengan >=
Lebih besar atau sama dengan <> Tidak sama dengan Bentuk umum penulisan
fungsi ini adalah ; =IF(logical_test,value_if_true,value_if_false),
artinya kalau ekspresi logika (logical_test) bernilai benar, maka perintah pada
value_if_true akan dilaksanakan, jika salah, maka perintah pada value_if_false
yang akan dilaksanakan. Lihat contoh berikut::
Kolom keterangan diisi dengan
ketentuan, jika status sama dengan K, maka keterangannya KAWIN, jika tidak,
maka keterangan berisi TIDAK KAWIN. Ini dapat diselesaikan dengan rumus
=IF(C3=”K”, “KAWIN”,”TIDAK KAWIN”). Pada rumus diatas kita lihat bahwa jika
datanya bertipe Teks/alpha numerik harus diapit oleh tanda kutip dua, lain
halnya dengan tipe data numerik, tidak boleh menggunakan tanda kutip. Untuk kondisi
IF bertingkat, coba perhatikan rumus untuk mengisi nilai huruf pada contoh
pertama tadi. (kasus nilai mahasiswa)
=IF(H8>=81,"A",IF(H8>=66,"B",IF(H8>=56,"C",IF(H8>40,"D","E")))),
hal yang sama juga bisa dilakukan untuk mengisi kolom keterangan, dengan
ketentuan, Jika nilai hurufnya sama dengan “A” maka keterangan “SANGAT
MEMUASKAN, jika “B” maka “MEMUASKAN”, jika “C”, maka “CUKUP”, dan jika “D” maka
bernilai “KURANG”, selain dari itu, maka bernilai “GAGAL”. Coba anda isi,
OK !. 3. Fungsi Max(…) Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi
dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah ;
=MAX(number1,number1,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range
data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. Untuk mengisi sel H16 pada
contoh diatas, maka rumusnya adalah =MAX(H8:H15) 4. Fungsi Min(…) Sama halnya
dengan fungsi max, bedanya fungsi min digunakan untuk mencari nilai terendah
dari sekumpulan data numerik. Kita dapat mengisi sel H17 dengan rumus
=MIN(H8:H15). 5. Fungsi Count(…) Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah
data dari suatu range yang kita pilih. Pada contoh diatas, range yang kita
pilih adalah (H8:H15). Maka dapat ditulis rumusnya untuk mengisi sel H19 dengan
=COUNT(H8:H15). 6. Fungsi Sum(…) Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan
sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah
=SUM(number1,number2,…). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range
data yang akan dijumlahkan. Lihat pembahasan sebelumnya. Jika berhasil mempraktekkan
rumus diatas, maka hasil akhir dari contoh nilai mahasiswa diatas adalah:
7. Fungsi STDEV(…) Digunakan untuk
menentukan standar deviasi dari suatu data (range). Bentuk umum penulisan
fungsi ini adalah =STDEV(number1,number2,…). Dimana number1, number2 dan
seterusnya adalah range data koresponden yang akan dicari nilai standar
deviasinya. 8. Fungsi Var(…) Fungsi ini digunakan untuk menentukan nilai
variance dari suatu data (range). Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah
=VAR(number1,number2,…). Untuk membantu penjelasan fungsi left, mid dan right,
perhatikan tabel berikut:
9. Fungsi Left(…) Fungsi left
digunakan untuk mengambil karakter pada bagian sebelah kiri dari suatu teks.
Bentuk umum penulisannya adalah =LEFT(text,num_chars). Dimana text adalah data
yang akan diambil sebagian karakternya dari sebelah kiri, num_chars adalah
jumlah karakter yang akan diambil. Lihat rumus pada sel E3 diatas. 10. Fungsi
MID Fungsi ini digunakan untuk mengambil sebagian karakter bagian tengah dari
suatu teks. Bentuk umum pemakaian fungsi ini adalah
=MID(text,start_num,num_chars). Artinya mengambil sejumlah karakter mulai dari
start_num, sebanyak num_char. Untuk jelasnya pelajari rumus pada sel E4 diatas.
11. Fungsi RIGHT Fungsi ini merupakan kebalikan dari fungsi left, kalo fungsi
left mengambil sejumlah karakter dari sebelah kiri, maka fungsi mengambil
sejumlah karakter dari sebelah kanan teks.. Bentuk umum penulisannya adalah
=RIGHT(text,num_chars). Dimana text adalah data yang akan diambil sebagian
karakternya dari sebelah kanan, num_chars adalah jumlah karakter yang akan
diambil. Lihat rumus pada sel E5 diatas. 12. Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP Fungsi
HLOOKUP dan VLOOKUP digunakan untuk membaca suatu tabel secara horizontal
(VLOOKUP) atau secara vertikal (VLOOKUP). Bentuk umum penulisan fungsi ini
adalah : =HLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Row_index_num,…)
=VLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Col_index_num,…) Dari rumus diatas, dapat
dilihat bahwa bedanya hanya pada nomor indeksnya saja, kalau kita pakai HLOOKUP,
maka digunakan nomor indeks baris (Row_index_num), tapi kalu pakai VLOOKUP
digunakan nomor indeks kolom (Col_index_num). Nomor indeks adalah angka untuk
menyatakan posisi suatu kolom/baris dalam tabel yang dimulai dengan nomor 1
untuk kolom/baris pertama dalam range data tersebut. Untuk contoh buatlah tabel
berikut:
Dari tabel diatas, kita akan mengisi kolom Nama Barang dan Nilai barang berdasarkan dari tabel daftar harga barang. Kita dapat mengisi sel E15 dengan rumus =VLOOKUP(D15,$C$5:$E$9,2) dan sel F15 dengan rumus =C15*VLOOKUP(D15,$C$5:$E$9,2). Copylah rumus tersebut kebawah sampai data terakhir. Untuk menghindari kesalahan pengetikan rumus, kita dapat menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh Excel 2001 (insert, function), dengan cara: Klik sel E15 Pilih menu Insert dan klik Function sehingga muncul kotak dialok Paste Function. Pada daftar Function category, klik Lookup & Reference dan pada Function name klik VLOOKUP lalu klik OK sehingga tampil kotak dialog VLOOKUP seperti berikut:
Lookup_value diisi dengan sel kunci yang akan dibandingkan dengan tabel. Untuk contoh diatas, ketikkan D15. Table_array diisi dengan range tabel data yang akan dibaca (tabel daftar harga barang). Ketikkan C5:E9 lalu tekan tombol F4 agar alamat sel tersebut menjadi absolut. Sehingga rumusnya menjadi $C$5:$E$9 Col_index_num diisi nomor indeks kolom yang akan dimabil datanya, dalam hal ini isi dengan 2 karena kita akan mengambil data nama barang. Klik OK, maka hasilnya ditampilkan pada sel E15.
Copylah rumus tersebut ekbawah
sampai data terakhir. Lakukan hal yang sama untuk mengisi kolom nilai barang.
Jika tidak ada kesalahan, maka hasilnya seperti berikut:
Dengan cara kerja yang sama, Anda
dapat mempelajari bagaimana cara menggunakan fungsi HLOOKUP. 7. Mengatur
Tampilan Mengatur tampilan merupakan hal penting dilakukan, karena dengan
tampilan yang lebih baik, maka apa yang kita olah akan lebih mudah dibaca dan
dimengerti. Ada empat hal yang perlu kita atur tampilannya, yaitu ; 7.1
Mengatur Tampilan Data Angka Ada dua cara untuk mengatur format tampilan data
angka ; 1. Secara langsung (Manual) Secara manual maksud adalah kita
langsung mengetikkan format tampilan angka sewaktu kita mengetikkan angka itu
sendiri. Misalnya kita ingin menggunakan pemisah ribuan dengan koma(,), maka
kita tinggal mengetikkan 500,000. untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah
ini:
2. Menggunakan Perintah Format Cell Perintah format cell sangat dianjurkan guna mengurangi kesalahan dalam pengetikan data angka. Ikuti langkah-langkah dibawah ini untuk menggunakan perintah ini; ^ Sorot terlebih dulu sel atau range yang akan diatur tampilannya. ^ Pilih dan klik menu Format, Cell atau cukup dengan menekan tombol Ctrl+1. Maka akan tampil kotak dialog format cell. ^ Klik tab Number dan pada daftar pilihan Category, pilih kategori format yang diinginkan. Untuk sementara kita pilih Number. Perhatikan gambar berikut:
^
Pada tab Decimal place tentukan jumlah digit angka desimal yang ditampilkan,
standarnya 2 digit. Ceklis pada Use 1000 separator(,) jika ingin memberi
pemisah koma (,) pada angka ribuan. Pada daftar pilihan dibawahnya pilih salah
tanda negatif yang diinginkan. ^
Klik OK untuk menutup jendela ini. Jika kita memilih katagori Currency atau
Accounting, pilih dan klik lambang uang yang diinginkan pada daftar pilihan
Symbol.
7.2 Mengatur Tampilan Data Tanggal
Untuk memasukan data tanggal ini disesuaikan dengan format tanggal yang berlaku
pada windows, standarnya mm/dd/yy(bulan/tanggal/tahun). Misalnya ingin
mengetikkan tanggal 13 Januari 2001, maka cukup diketikkan 01/13/01. Untuk
jelasnya ikuti langkat berikut ; i Letakkan penunjuk sel diposisi yang dinginkan. i Ketikkan tanggal yang dinginkan, misalnya tanggal 1
Nopember 2001 dengan cara 11/01/01. i Sorotlah sel/range tersebut untuk diubah tampilan format
tanggalnya. i Pilih dan klik menu Format, Cell,
maka kotak dialog format cell akan ditampilkan. i Pada kotak dialog tersebut, klik tab Number dan pilih Date
pada daftar pilihan Category. i
Pada tab Type pilih jenis tampilan tanggal yang dinginkan. Lihat gambar
berikut:
Pada kotak sample kita dapat melihat
hasil tampilnnya. i
Klik OK untuk menutup jendela ini. Maka sel/range yang disorot tadi akan
berubah sesuai dengan format yang telah diset tadi.
7.3 Mengatur Tampilan Data Waktu
Sama halnya dengan memasukan data tanggal, memasukan data waktu juga harus
disesuaikan dengan format waktu pada windows. Untuk melihat format waktu di
windows, dapat dilihat pada bagian kanan bawah dari windows. Defaultnya adalah
hh:mm:ss (jam:menit:detik), misalkan kita ingin memasukkan jam 12 tepat, maka
ketikkan 12:00. Untuk lebih jelas, ikuti langkah-langkah berikut ini : f Letakkan penunjuk sel diposisi yang dinginkan. f Ketikkan waktu/jam yang dinginkan, misalnya jam 2 siang
lewat 25 menit dengan cara 14:25 f Sorotlah sel/range tersebut untuk diubah tampilan format
waktunya. f Pilih dan klik menu Format, Cell,
maka kotak dialog format cell akan ditampilkan. f Pada kotak dialog tersebut, klik tab Number dan pilih Time
pada daftar pilihan Category. f
Pada tab Type pilih jenis tampilan waktu yang dinginkan. Lihat gambar berikut:
Kotak sample akan menampilkan hasil
pilihan anda. f
Klik OK untuk menutup jendela ini. Maka sel/range yang disorot tadi akan
berubah sesuai dengan format yang telah kita set. Jika ingin menampilkan
tanggal dan waktu sekarang, kita langsung dapat mengetikkan =NOW() pada formula
bar, lalu tekan tombol enter.
7.4 Mengatur Tampilan Data
Huruf/Teks Seperti Word 2000, di Excel 2000 kita juga bisa mengatur tampilan
huruf, apakah cetak tebal, miring, garis bawah, berwarna merah dengan font
Arial, Times New Roman dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya, ikuti
langkah-langkah berikut ini : Sorotlah terlebih dahulu sel/range yang akan diubah tampilannya.
Pilih dan klik menu Format, Cell
atau tekan tombol Ctrl+1. Kotak dialog format cell akan ditampilkan. Pada kotak dialog tersebut pilih tab Font, sehingga
tampilannya menjadi:
Pilih dan klik nama huruf (Font), gaya tampilan huruf (Font style), ukuran
huruf (Size), jenis garis bawah (Underline), warna huruf (Color) dan efek
khusus lainnya sesuai keinginan kita. Klik OK untuk menutup jendela ini. Untuk mengatur perataan
tampilan data, dapat dilakukan dengan ; Sorotlah terlebih dahulu sel/range yang akan diubah
tampilannya.
Pilih dan klik menu Format, Cell atau tekan tombol Ctrl+1. Kotak dialog format
cell akan ditampilkan.
Pada kotak dialog tersebut pilih tab Alignment, sehingga tampilannya menjadi:
Pilihan Horizontal digunakan untuk memilih perataan tampilan teks secara
horizontal. Lihat Gambar:
Pilihan Vertical digunakan untuk memilih perataan tampilan teks secara
vertikal. Lihat Gambar:
Kotak Orientasi, digunakan untuk mengatur orientasi/arah perataan data dengan
derajat posisi kemiringanya. Coba anda pelajari bagaimana cara membuat tampilan
berikut:
Klik OK untuk menutup jendela ini.
8. Edit Data Dalam materi edit data
ini, kita akan membahas bagaimana caranya menyalin data (copy), memindahkan
data (cut), menyisip baris dan kolom (insert), menghapus baris dan kolom
(delete) dan bagaimana caranya memberi bingkai dari data yang kita buat.
8.1 Menyalin Data (Copy) Menyalin
data yang ada pada suatu sel/range dapat dilakukan dengan dua cara: 1.
Menggunakan perintah Copy é
Sorotlah terlebih dahulu sel/range yang akan di salin. é Pilih dan klik menu Edit, Copy atau cukup dengan menekan
tombol Ctrl+C. é
Pindahkan penunjuk sel ke lokasi yang dinginkan. é Pilih dan klik menu Edit, Paste atau dengan menekan tombol
Ctrl+V. 2. Menggunakan Mouse Perhatikan tabel berikut:
Asumsi jumlah barang sama. 1.
Sorotlah sel/range yang akan di salin, sebagai contoh sel d3. 2. Arahkan
penunjuk mouse ke Fill Handle (perhatikan tabel) sehingga beubah menjadi tanda
plus (+), agak kecil ukurannya dengan yang sebelumnya. 3. Klik, jangan dilepas,
dan geserlah penunjuk mouse tersebut ke sel yang yang dituju. Untuk contoh
diatas sel D6, baru tombol mouse dilepaskan.
Dengan cara yang sama kita juga bisa
melakukan proses penyalinan rumus. Lihat tabel, Sel F3 merupakan hasil
perkalian dari sel D3 dengan sel E3. Lakukan proses penyalinan data seperti
diatas. Mudah bukan !!!.
8.2 Memindahkan Data (Cut) Seperti
menyalin data diatas, kita juga dapat memindahkan data dengan dua cara,
yaitu ; 1. Menggunakan Perintah Cut é Sorotlah terlebih dahulu sel/range yang akan dipindahkan. é Pilih dan klik menu Edit, Cut atau cukup dengan menekan
tombol Ctrl+X é
Pindahkan penunjuk sel ke lokasi yang dinginkan. é Pilih dan klik menu Edit, Paste atau dengan menekan tombol
Ctrl+V. 2. Menggunakan Mouse Perhatikan kembali tabel diatas. Kita akan
memindahkan tabel diatas, ke sel B10. é Sorotlah terlebih dahulu sel/range yang akan di salin.
Sebagai contoh sorotlah range B2:F6. é Arahkan penunjukan mouse ke tepi kanan dari data yang
disorot tadi. (tepi kanan kolom F, harus pada range yang disorot). é Geserlah penunjuk mouse tersebut ke sel B10, maka otomatis
data yang disorot tadi akan berpindah.
8.3 Menyisip Baris/Kolom (Insert)
Kadangkala kita ingin menyisip baris/kolom karena ada data yang tertinggal.
Perhatikan kembali tabel diatas. 1. Menyisip Baris Kita akan menyisip baris
pada lokasi baris kelima karena lupa memasukan barang Motherboar pada lokasi
tersebut, maka caranya ; à
Letakkanlah penunjuk mouse disel mana saja asal berada pada lokasi baris
kelima. (misal sel B5) à
Pilih dan klik menu Insert, Rows.
2. Menyisip Kolom Pada saat mengetikan tabel diatas, kita lupa memasukkan kolom satuan setelah kolom jumlah barang. Untuk mengatasi hal tersebut ikuti langkah menyisip kolom berikut: à Letakkanlah penunjuk mouse disel mana saja asal berada pada lokasi kolom yang diinginkan. Sebagai contoh kolom E, maka letakkakan di sel E.5 atau E.4 dsb) à Pilih dan klik menu Insert, Columns.
Jika anda berhasil melakukan proses
diatas, maka hasilnya seperti berikut:
Isilah baris dan kolom tersebut
dengan data yang terlupakan. Tugas Anda : coba pelajari bagaimana caranya
menyisipkan suatu sel.
8.4 Menghapus Baris, Kolom dan Sel
(Delete) Untuk manghapus baris, kolom atau sel yang tidak diperlukan lagi,
dapat dilakukan dengan cara ; ® Sorotlah sel atau range yang akan dihapus.
® Pilih dan klik menu Edit, Delete, maka kota dialog delete akan ditampilkan
seperti berikut:
® Pada kotak delete tersebut pilih
salah satu model penghapusan berikut ini: 1) Shift cell left, digunakan untuk
menghapus seluruh isi sel/ range yang disorot dan diganti dengan data pada
baris yang sama yang terletak disebelah kanannya. 2) Shift cell up, digunakan
untuk menghapus seluruh isi sel/ range yang disorot dan diganti dengan data
pada kolom yang sama yang terletak disebelah bawahnya. 3) Entire Row, digunakan
untuk menghapus seluruh isi sel/ range pada baris yang disorot. 4) Entire
Columns, digunakan untuk menghapus seluruh isi sel/range pada kolom yang
disorot. ® Klik OK untuk menutup ini.
Tugas Anda : Bagaimana caranya
menyembunyikan kolom dan baris, sehingga tidak terlihat dilayar ?
8.5 Mengetengahkan Judul Tabel
(Merge & Center) Ç Sorotlah judul tabel tersebut sesuai dengan lebar tabel.
(sorot perbaris) Ç Klik icon Merge & Center yang terletak pada toolbar
standar.
8.6 Memberi Garis Pembatas (Border)
Bingkai atau garis pembatas perlu dibuat agar tampilan dari data yang kita buat
lebih baik dan lebih mudah untuk dibaca. Untuk melakukan hal ini, ikuti langkat
berikut ini : Ç Sorotlah sel/range yang akan diberi bingkai. Ç Pilih menu
Format dan klik Cell atau tekan tombol Ctrl+1, Kotak dialog format akan
ditampilkan. Ç Klik tab Border, maka akan ditampilkan seperti berikut:
Ç Pada bagian Preset, pilih salah
satu tombol berikut: Ø None, digunakan untuk menghapus seluruh garis pembatas
dan bingkai yang telah ada. Ø Outline, digunakan untuk membuat bingkai
disekeliling sel atau range yang disorot. Ø Inside, digunakan untuk menempatkan
garis pembatas dibagian dalam range. Ø Border, digunakan untuk memberi garis
pembatas, pada bagian yang diinginkan, atas, tengah, bawah, miring, sebelah
kanan, kiri dll. Ç Pada bagian Style, pilih model garis yang dinginkan. Ç Untuk
memberi warna pada garis, pilih salah satu warna yang telah disediakan oleh
Excel 2000 pada tab Color. Ç Klik OK untuk menutup jendela ini.
9. Membuat Tabel dan Grafik Tabel
dan grafik merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam mengelola data dengan
Excel 2000. Berikut ini kita akan membahas bagaimana cara membuat tabel dan
grafik ini. 9.1 Membuat Tabel Pada materi sebelumnya, membuat garis
pembatas/bingkai, sebenarnya kita telah belajar membuat tabel, tapi pada bagian
ini kita akan membuat tabel dengan memanfaat fasilitas yang telah disediakan
oleh Excel 2000 yang dikenal dengan Autoformat. Dengan fasilitas ini, Excel
2000 telah menyediakan berbagai macam format tabel, kita tinggal memilih dan
memanfaatkannya saja. Berikut cara menggunakan fasilitas ini : Ø Sorotlah
range data yang akan dibuat tabelnya Ø Pilih menu Format, dan klik AutoFormat,
maka kota dialog Auto Format akan ditampilkan seperti berikut ini:
Gunakan vertikal scroll bar untuk
melihat model tabel lainnya yang disediakan oleh Excel 2000. Ø Klik salah satu
model tabel yang diinginkan. Ø Klik OK untuk menutup jendela ini. Maka range
yang disorot tadi akan diubah sesuai dengan tabel yang anda pilih.
9.2 Membuat Grafik 1. Membuat Grafik
Menggunakan Chart Wizard Untuk membantu penjelasan materi ini, perhatikan tabel
berikut ini :
Langkah-langkah membuat
grafik ; 1. Sorotlah range data yang akan dibuat grafik (mencakup judul
baris dan judul kolom). Sebagai contoh, sorotlah range B6:G11. 2. Klik icon
Chart Wizard maka kotak dialog Chart Wizard-Step 1 0f 4, akan ditampilkan
seperti berikut:
3. Pada daftar Chart type, pilih
model grafik yang diinginkan dan pada Chart sub-type pilih model tampilan yang
diinginkan. Untuk melihat tampilan grafik sementara, anda dapat meng-klik
tombol Press and Hold to view sample tanpa melepaskan penekanan tombol mouse.
Jika kurang puas dengan tampilan tersebut, kita juga dapat memilih model lain,
dengan meng-klik Custom Type. Untuk contoh pilihlah model Column dengan sub
tipe yang terakhir(urutan ketujuh). 4. Klik Next, maka kota dialog Chart
Wizard-Step 2 of 4
Isilah tab data range dengan
meng-klik tombol pemilihan data yang terletak sebelah kanan kotak ini. Karena
kita telah menyorot range data tersebut, maka otomatis akan ditampilkan. Kita
tinggal memilih jenis Series in, apakah baris atau kolom. Dalam hal ini kita
memilih baris. Kita juga diberi kebebasan untuk memilih model yang digunakan
dengan meng-klik tab Series. 5. Klik Next, maka kota dialog Chart Wizard-Step 3
of 4 – Chart Options, ditampilkan seperti berikut:
6. Tab Titles digunakan untuk
membuat judul grafik, dimana Ø Chart Title, diisi dengan judul tabel Ø Category
(X) axis, diisi dengan judul tabel untuk sumbu X Ø Series (Y) axis, diisi
dengan judul tabel untuk sumbu Y Ø Value (Z) axis, diisi dengan judul tabel
untuk sumbu Z 7. Tab Axes digunakan untuk mengatur judul sumbu (axis), kita
dapat mengatur apakah judul sumbu category (X)axis, series (Y) axis dan Value
(Z) axis akan ditampilkan atau tidak. Jika ingin ditampilkan, ceklislah sumbu
tersebut. 8. Tab Gridlines digunakan untuk mengatur tampilan garis skala
pembantu (grid) pada sumbu X, Y dan Z dengan pilihan mayor gridlines (jarak
antar garis agak lebar) dan minor gridlines (jarak antar garis dekat).
Ceklislah pada sumbu yang diinginkan untuk menampilkannya. 9. Tab Legend
digunakan untuk mengatur tampilan legend dari grafik.Tandailah option Show
Legend untuk menampilkan legend dan tentukan posisi legend pada option
Placement apakah di bawah (bottom), pojok (corner), atas (top), kanan (right)
atau disebelah kiri (left) 10. Tab Data Labels digunakan untuk mengatur
penempatan label data pada grafik. Label data ini berupa teks, nilai data, atau
tidak ada sama sekali, tergantung kebutuhan kita masing-masing. 11. Tab Data
Table digunakan untuk mengatur apakah ingin menampilkan data tabel atau tidak
pada bagian bawah grafik. 12. Klik tombol Next untuk melangkah ketahap akhir
pembuatan grafik ini, yaitu Chart Wizard – Step 4 of 4 - Chart Location. Lihat
gambar berikut:
Pada kotak dialog ini terdapat dua
pilihan yaitu; 1. As new sheet, jika ingin menampilkan grafik pada lembar kerja
yang baru (terpisah dengan data) tapi tetap dalam buku kerja yang sama, atau 2.
As object in, jika ingin menempatkan grafik pada lembar kerja data secara
bersamaan atau berdampingan. 13. Klik Finish untuk menutup jendela ini.
10. Mencetak Lembar Kerja Mencetak
lembar kerja merupakan hal penting yang haris kita lakukan, agar apa yang telah
kita olah di Excel 2000 dapat dibuat hardcopynya, apakah sebagai laporan,
tugas, atau sebagai arsip saja. Langkah-langkah mencetak lembar kerja ; a.
Jika ingin mencetak range tertentu dari data maka sorotlah terlebih dahulu
range yang akan dicetak, kalau tidak langsung kelangkah berikutnya. b. Pilih
menu File dan klik Print, maka kota dialog pencetakan akan ditampilkan seperti
berikut:
c. Pilihan Name diisi denga jenis
printer yang terpasang pada komputer saat ini. d. Pilihan Print Range digunakan
untuk menentukan range data yang akan dicetak, apakah keseluruhan (All) atau
range tertentu dari halaman (from) tertentu sampai kehalaman tertentu. Misal
halaman 1 sampai dengan 5, maka isilah 1 pada kotak from dan 5 pada kotak to.
e. Pilihan Print What digunakan untuk menetukan data yang akan dicetak, apakah
data yang disorot saja (selection), seluruh isi lembar kerja yang aktif (Active
Sheet(s)) atau ingin mencetak seluruh lembar kerja yang ada pada buku kerja
yang aktif saat ini. f. Isilah Number of copies dengan nilai tertentu jika
ingin mencetak data rangkap. g. Klik OK untuk menutup jendela ini dan printer
akan melaksanakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar